Rabu, 03 September 2014
Setiap situasi memiliki pembelajaran yang berarti, i belive it. Asal kita menyikapi situasi tersebut dengan baik. Mungkin saya adalah manusia yang masih menyandang predikat kurang baik, kadang saya merasa tekanan ini begitu berat, merasa hampir frustasi, tetapi bagaimanapun juga saya harus menguatkan diri saya sendiri, TUHAN tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan umatnya, saya yakin itu.
Senin, 01 September 2014
Saya berharap lebih baik
Bismillahhirohmannirahim, setiap mausia pasti pernah merasakan lelah, merasa tidak bahagia dan akhirnya merasa sakit hatinya. Dalam kehidupan, hal tersebut sudah tidak menjadi hal yang menakjubkan karena setiap manusia pernah mengalaminya. Pertanyaannya : bagaimana cara kita melewati semua itu ? Apakah kita menerima keadaan itu dengan baik ? baik disini, bagaimana kita mengambil hikmah dari sebuah kejadian sekalipun itu adalah kejadian yang menyakitkan. Saya yakin setiap kejadian membawa pelajaran yang sangat berharga yang membawa kita kearah yang lebih baik.
Sebuah kisah, saya pernah mengalami masa sulit, saya masih duduk di bangku kuliah saya masih sangat mengandalkan keuangan kedua orang tua saya, dan saat kebutuhan kuliah dan kebutuhan hidup saya di daerah perantauan membengkak (saat pergantian semester), ayah saya mengalami masalah di usahanya, sehingga untuk membayar biaya kuliah saya serta memberi uang saku pun terasa sangat sulit, saya merasa sangat sedih bahkan sempat terpuruk, memikirkan betapa besar perjuangan kedua orang tuaku untukku, bagaimana peningnya dia memikirkan serta menanggung beban keluarga. saya sangat merasa sedih, sering menangis. Tapi kemudian saya sadar, kesedihan, kesakitan, ketidakbahagian, keterpurukanku tidak akan menyelesaikan masalah. Kemudian saya bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, setidaknya dimulai dari hal yang terkecil yaitu tidak berlarut2 dalam kesedihan lagi, karena berlarut dalam kesedihan hanya akan menambah beban. Sebisa mungkin waktuku tidak digunakan untuk meratapi nasib dan menangis, saya membeli buku motivasi Andrew Matthews "Happiness in Hard Time" yang sangat memberiku banyak pelajaran, disamping itu dengan uang saku yang minim saya masih sempat menyisihkannya untuk membeli buku yang sangat bermanfaat itu, saya lebih belajar prihatin di negeri orang. Saya merasa lebih baik :)
Bismillahhirohmannirahim, setiap mausia pasti pernah merasakan lelah, merasa tidak bahagia dan akhirnya merasa sakit hatinya. Dalam kehidupan, hal tersebut sudah tidak menjadi hal yang menakjubkan karena setiap manusia pernah mengalaminya. Pertanyaannya : bagaimana cara kita melewati semua itu ? Apakah kita menerima keadaan itu dengan baik ? baik disini, bagaimana kita mengambil hikmah dari sebuah kejadian sekalipun itu adalah kejadian yang menyakitkan. Saya yakin setiap kejadian membawa pelajaran yang sangat berharga yang membawa kita kearah yang lebih baik.
Sebuah kisah, saya pernah mengalami masa sulit, saya masih duduk di bangku kuliah saya masih sangat mengandalkan keuangan kedua orang tua saya, dan saat kebutuhan kuliah dan kebutuhan hidup saya di daerah perantauan membengkak (saat pergantian semester), ayah saya mengalami masalah di usahanya, sehingga untuk membayar biaya kuliah saya serta memberi uang saku pun terasa sangat sulit, saya merasa sangat sedih bahkan sempat terpuruk, memikirkan betapa besar perjuangan kedua orang tuaku untukku, bagaimana peningnya dia memikirkan serta menanggung beban keluarga. saya sangat merasa sedih, sering menangis. Tapi kemudian saya sadar, kesedihan, kesakitan, ketidakbahagian, keterpurukanku tidak akan menyelesaikan masalah. Kemudian saya bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, setidaknya dimulai dari hal yang terkecil yaitu tidak berlarut2 dalam kesedihan lagi, karena berlarut dalam kesedihan hanya akan menambah beban. Sebisa mungkin waktuku tidak digunakan untuk meratapi nasib dan menangis, saya membeli buku motivasi Andrew Matthews "Happiness in Hard Time" yang sangat memberiku banyak pelajaran, disamping itu dengan uang saku yang minim saya masih sempat menyisihkannya untuk membeli buku yang sangat bermanfaat itu, saya lebih belajar prihatin di negeri orang. Saya merasa lebih baik :)
Langganan:
Postingan (Atom)